Rumah Sang Pembunuh dalam Hutan
Oleh:
Rooftop IV |
December 08, 2017
Rooftop IV |
December 08, 2017
Setan HD - Tetap terjaga saat ini hutan yang ada di salah satu kota pada provinsi ku, hutan ini tetap terjaga karena beberapa hal mistis yang pernah terjadi pada tempat ini. Memang karena hal itu tidak ada yang berani menebang maupun ber cocok tanam di hutan ini, disana ada satu rumah yang di duga menjadi awal kenapa tempat ini menjadi buruk dan berhantu. dulu ada beberapa orang hilang di hutan ini, polisi udah mengerahkan seluruh pasukan ke hutan ini, namun ada satu rumah di hutan tersebut yang tidak digeledah polisi karena beberapa hal yang tidak bisa dibocorkan kepada publik, yang jadi pertanyaan mengapa sebanyak pasukan polisi itu tidak bisa menghancurkan atau masuk ke rumah tersebut untuk demi kenyamanan bersama."Halo mbak sarah ada paket untuk mbak" ucap pak pos, lalu saya menerima paket yang berisikan buku tentang rumah ini, iya riwayat atau misteri rumah ini di ceritakan dalam sebuah buku karangan seseorang penulis terkenal di daerah ini. aku membaca nya selama 7 hari dan merasakan ada yang aneh di dalam buku tersebut. yaitu apa yang terjadi dengan anjing yang diceritakan oleh buku tersebut, Katanya waktu malam hari ada suara anjing, namun waktu pagi sampai sore tidak ada sedikitpun suara yang terpantul dari dalam rumah tersebut.
Terbesit keinginanku untuk masuk ke rumah tersebut, tapi aku memikirkan yaitu polisi saja tidak berani masuk bagimana dengan ku yang hanya seorang wanita biasa. aku mempersiapkan berbagai hal seperti semprotan merica dan lain lain, tak lupa 3 Senter yang kupersiapkan, dan 1 Alarm otomatis yang menelepon polisi sambil mengirim alamat, Aku pun siap pergi kesana tapi pada pagi hari saja, karena terlalu bahaya untuk pergi malam hari. Aku bisa saja pergi malam hari namun aku tidak bisa menyakinkan polisi akan terlalu aktif pada malam hari.
ayam mulai berkokok pada saat ini karena matahari sudah menampakkan diri, Aku bangun dan mandi untuk bersiap pergi kesana, Aku pun berangkat dengan beberapa alat yang sudah kupersiapkan tadi malam, dan pergi kesana sendirian, karena waktunya masih terang aku pun leluasa melewati dahan-dahan yang menghalangi jalanku ke rumah sang pembunuh tersebut, kenapa dikatakan sang pembunuh? karena beberapa orang yang masuk kedalam rumah itu tak pernah kembali lagi sampai sekarang, Aku tidak takut mengenai hal itu.
Lalu aku masuk dan menatap pintu yang menyeramkan itu, hati ku bilang untuk membuka pintu itu namun pikiran ku bilang ayo pergi dari sini, aku pun meng iyakan hati ku ini, aku pergi masuk, bunyi pintu "sreet" ,aku bergetar saat itu karena aku takut ada orang yang diduga pembunuh itu mendengarkanku masuk, aku pun masuk perlahan dan mulai memegang erat semprotan merica yang kubawa, lau aku pergi masuk dan hanya melihat 4 kamar yang sudah banyak debu, lalu ada 1 ruangan yang agak bersih diatas, aku enggan naik keatas karena tangga yang menghubungkan jalur keatas sudah terlihat rapuh namun masih sanggup menahan badanku yang gemuk ini, tapi aku tak ingin mengambil resiko.
Ruangannya dingin sekali karena masih ditengah hutan ditambah lagi udara yang tak bisa keluar, aku lupa membawa satu barang penting namun kulupakan, yaitu masker, alhasil aku harus menahan napas sesekali agar tidak terhirup debu yang setebal jari.
Aku mengecek satu per satu kamar namun tak ada yang aneh hanya kamar biasa, aku akhirnya pulang dengan tangan hampa, dan aku tidak menemukan anjing yang sering diceritakan banyak orang jadi aku anggap mereka halusinasi, ini hanya sebuah rumah biasa yang ditinggalkan tidak ada mayat atau apapun yang menyeramkan disini hanya saja debu yang menutup lantai dan meja rumah itu bisa membuat seseorang kehilangan udara pernapasan, karena hal ini masyarakat mungkin menceritakan agar tidak masuk kesini.
Akupun tidak mempercayai hal itu jadi kuanggap itu 100% mitos.

