Explore Penjara Terkejam
Oleh:
Rooftop IV |
December 05, 2017
Rooftop IV |
December 05, 2017
Setan HD - Respon ku sangat shok melihat berita bahwa penjara ter aman di kota ku ditutup oleh pemerintah karena banyak sekali jatuhnya korban di penjara itu sehingga membuat pemerintah menutup penjara itu, terlalu banyak laporan dari para warga membuat pemerintah tak tahan untuk meresmikan penutupan penjara tersebut, seandainya saja penjara itu masih ada maka kejahatan didaerahku setidaknya menurun dari sebelum penjara tersebut dibuka.Antara kabar gembira atau kabar buruk saat penjara ini ditutup, lalu aku merasa ingin sekali berkunjung ke penjara ini namun ditolak oleh satpam yang masih berjaga disana, namun waktu malam hari tidak ada yang berjaga disini, aku tak ingin mengambil resiko besar karena aku sendiri hanya seorang wanita mahasiswi disalah satu universitas, Namaku sarah, aku hanya ingin sendiri berkunjung ke tempat itu, karena bermacam hal termasuk bila ada hal yang tidak diinginkan aku bisa lari dengan leluasa tanpa memikirkan temanku atau orang lain yang menemaniku, aku pun berinisiatif mencari jalan celah agar bisa masuk saat disiang hari, dan yang benar saja penjara yang dikatakan ter aman itu memiliki celah lobang sebesar itu.
Aku memutuskan masuk untuk keesokan harinya tanpa terburu-buru, lalu sampai nya aku dirumah aku mempersiapkan berbagai hal seperti senter, tongkat, pisau, dan semprotan merica bila suatu hal yang tidak diinginkan terjadi, saat semua nya telah matang aku mencari berbagai hal tentang penjara tersebut seperti ruangan yang mana dilakukan sebagai tempat eksekusi atau ruangan yang dianggap sebagai tempat menyeramkan, aku melukisnya di selembar kertas dan menyimpannya dalam kantung celana, aku berusaha tertidur saat malam hari namun aku merasa tak sabar mengunjungi tempat penjara itu, lalu aku berusaha tertidur dengan mengiringi musik natural, tak lama 3 jam kemudian aku terlelap tidur.
Keesokan paginya aku sudah segar sekali dan sangat siap untuk mengunjungi tempat tersebut, Aku berjalan kesana yang hanya berjarak 2 KM saja, lalu aku masuk celah itu yang dilapisi oleh rawa-rawa, Sungguh berat untuk melewati celah tersebut dan aku masuk, namun begitu sedihnya aku tak bisa melihat ruangan disana karna sebagian besar pintunya terkunci, aku berjalan sampai menemukan penjara yang dianggap menyeramkan bagi semua terpidana, namun menurut pandanganku penjaranya sangat bersih dan seolah jauh dari kata menyeramkan, mungkin karena sudah dibersihkan terlebih dahulu oleh pemerintah sebelum ditutup, memang ada bercakan bekas yang menurutku bekas darah namun aku tidak terlalu memikirkannya, karena tidak ada hal apapun yang terjadi dan hanya beberapa ruangan saja yang bisa diakses aku hanya pulang dengan tangan hampa.
Aku mulai kecewa dengan kunjungan ku hari ini, akhirnya kucari cara membuka pintu yang sebagian besar tersebut terkunci, namun banyak sekali yang menyatakan bahwa pintunya tidak bisa dibuka seperti itu, namun harus didobrak dengan alat semacam balok besi besar yang bisa dihantam kepintu tersebut, namun aku tidak bisa melakukan hal itu, karena satpam yang masih berjaga diluar akan mendengar suara dobrakan tersebut, aku pun memikirkan hal lain seperti hal membawa obeng dan sebagainya namun itu adalah hal sia-sia karena sepenglihatanku pintunya memiliki kunci lain yang tidak bisa diakses sembarangan orang, aku mencari cara-cara sederhana di internet, 5 jam kucari namun tak membuahkan hasil.
Aku langsung tertidur setelah kelelahan mencari cara membuka pintu tersebut, lalu keesokan paginya adalah kunjungan ke 3 ke tempat yang dikatakan teraman itu, seperti biasa aku melewati rawa-rawa dan sampai lah di celah penjara tersebut, aku langsung melihat dan tidak ada yang sama kunci pintunya seperti penjara-penjara lain. Aku berusaha mendobraknya dengan tubuhku namun itu adalah hal sia-sia karena aku hanya seorang wanita, Aku duduk disamping pintu itu, dan merenung mencari cara bagaimana mengakses ruangan namun juga sebagai lorong masuk ketempat yang dibilang tempat eksekusi tahanan. hanya sebuah jendela kecil yang dilapisi 2 besi zig zag disana, dan hanya berukuran kepalaku.
Tidak ada hal yang ditakutkan disana karena hanya tempat yang bersih namun aku hanya penasaran dengan ruangan yang terkunci tersebut, karena konon katanya bila melewati lorong yang ada diruang tersebut kalian akan mendengar tangisan tahanan yang dibunuh dulu.
Dan sampai sekarang aku belum bisa memiliki akses ke ruangan tersebut.

